🎁
Bonus Top-up 50%!Promo Terbatas
Upvote
comparisonvercelhelipodnextjsdeploymentfrontendfullstack

Helipod vs Vercel: Frontend-Only vs Full-Stack Deployment

Tim Helipod

7 menit baca

Perbandingan jujur Helipod vs Vercel 2026 — batas serverless functions, harga per seat, tidak support backend, vs Helipod yang full-stack dengan persistent storage dan terminal ke container.

Vercel adalah pilihan terbaik untuk deploy frontend — khususnya Next.js. Developer experience-nya luar biasa: preview per pull request, global CDN, dan deployment yang terasa instan.

Tapi Vercel punya batasan yang sering tidak disadari sampai kamu sudah terlanjur build di atasnya. Artikel ini membahas kapan Vercel adalah pilihan tepat, dan kapan kamu butuh sesuatu yang berbeda seperti Helipod.


Vercel Bukan Platform General-Purpose

Ini poin yang paling penting untuk dipahami sejak awal: Vercel bukan platform untuk deploy backend.

Vercel dirancang untuk:

  • Static site (HTML, CSS, JS)
  • Jamstack apps
  • Next.js (tentu saja — Vercel yang bikin Next.js)
  • Serverless functions (dengan batas durasi dan ukuran)
  • Edge functions

Vercel tidak cocok untuk:

  • Laravel, Django, FastAPI, Flask, NestJS — tidak didukung
  • Long-running processes (background jobs, queue workers)
  • WebSocket server persistent
  • Aplikasi yang butuh akses file system (persistent storage)
  • Database yang di-self-host
  • Aplikasi dengan custom server (non-serverless)

Jika kamu hanya butuh deploy Next.js dengan API routes sederhana — Vercel mungkin cukup. Tapi begitu aplikasimu tumbuh dan butuh backend yang lebih kompleks, kamu akan menemukan batasan Vercel dengan cepat.


Batasan Serverless Functions di Vercel

API routes di Vercel berjalan sebagai serverless functions — bukan server yang terus berjalan. Ini punya implikasi penting:

Execution time limit:

  • Hobby plan: 10 detik maksimum
  • Pro plan: 60 detik maksimum
  • Enterprise: 900 detik

Jika API kamu butuh lebih dari 60 detik (misalnya generate PDF besar, proses video, atau call ke external API yang lambat) — kamu stuck.

Tidak ada persistent state: Setiap invocation serverless function dimulai dari nol. Tidak ada shared memory antar requests. Tidak bisa simpan state di dalam function.

Cold start: Serverless functions bisa mengalami cold start (100–500ms delay) setelah periode tidak aktif. Untuk API yang sering dipanggil ini tidak masalah, tapi untuk API yang jarang dipakai bisa terasa lambat.

File system read-only: Tidak bisa write ke file system di Vercel serverless. Untuk upload handling, wajib pakai external storage (S3, Cloudinary, dll).


Perbandingan Harga

Vercel Pricing 2026

Plan Harga Catatan
Hobby Gratis Personal use only, tidak untuk commercial
Pro $20/user/bulan Untuk tim dan commercial
Enterprise Custom Large teams

Masalah per-seat pricing: Untuk tim 3 developer di Pro plan: $20 × 3 = $60/bulan = ~Rp 984.000/bulan — hanya untuk akses platform, belum termasuk usage.

Bandwidth overage:

  • Hobby: 100GB/bulan included
  • Pro: 1TB/bulan included, $0.15/GB setelahnya

Serverless function execution:

  • Hobby: 100GB-hours/bulan
  • Pro: 1.000GB-hours/bulan

Helipod Pricing 2026

Plan Harga Per Seat Fee
Mekanik Rp 59.000/bulan ❌ Tidak ada
Pilot Rp 149.000/bulan ❌ Tidak ada

Tidak ada per-seat fee di Helipod. Satu plan bisa dipakai seluruh tim tanpa tambahan biaya per anggota.


Perbandingan Fitur Lengkap

Fitur Helipod Vercel
Harga IDR, no per-seat USD, per-seat
Pembayaran Transfer bank lokal Kartu kredit internasional
Next.js ✅ Full support ✅ Best-in-class
Laravel/Django/Flask ❌ Tidak didukung
NestJS/Express ⚠️ Hanya serverless
Background jobs
WebSocket ✅ TCP mode
Persistent storage ✅ Volume mount
Database self-host
Execution time limit ❌ Tidak ada ✅ 10–900 detik
Terminal ke container
Custom Docker
Preview deployments ✅ Per PR
Global CDN ✅ Edge Network
Edge functions
Analytics built-in ✅ Web Analytics
Server Indonesia 🔜 Soon
Commercial use Hobby ❌ (ToS violation)

Next.js di Helipod vs Vercel

Ini perbandingan yang paling relevan karena banyak developer Indonesia pakai Next.js.

Vercel untuk Next.js:

  • Developer experience terbaik — Vercel yang bikin Next.js, integrasi sempurna
  • Preview deployment otomatis per pull request
  • Edge functions dan ISR yang sangat dioptimasi
  • Analytics dan Speed Insights built-in
  • Image optimization dengan domain whitelist

Helipod untuk Next.js:

  • Helipack otomatis inject output: "standalone" dan generate Dockerfile optimal
  • Tidak ada execution time limit — API routes bisa berjalan selama yang dibutuhkan
  • Persistent storage untuk file uploads
  • Terminal ke container untuk debugging
  • Bisa deploy backend lain (PostgreSQL, Redis, worker) dalam project yang sama
  • Harga IDR, transfer bank lokal atau QRIS

Kapan Next.js di Vercel lebih baik:

  • App frontend-heavy dengan sedikit API logic
  • Butuh preview per PR untuk code review
  • Tim yang butuh Vercel Analytics dan Speed Insights
  • Edge functions untuk geolocation atau A/B testing

Kapan Next.js di Helipod lebih baik:

  • API routes yang butuh waktu eksekusi lebih dari 60 detik
  • Butuh upload file yang disimpan di server (bukan S3)
  • Deploy full-stack: Next.js + PostgreSQL + Redis dalam satu project
  • Tim tanpa kartu kredit internasional
  • Butuh terminal untuk debug production

Kasus Nyata: Batasan Vercel yang Menyakitkan

Case 1: PDF Generation

Banyak SaaS Indonesia perlu generate PDF (invoice, laporan, sertifikat). Dengan Puppeteer atau wkhtmltopdf, proses ini bisa memakan 10–30 detik untuk dokumen kompleks.

Di Vercel Hobby: gagal (10 detik limit). Di Vercel Pro: mungkin bisa, tapi tetap ada risiko timeout untuk dokumen besar. Di Helipod: tidak ada batasan waktu, bisa generate PDF sepanjang apapun.

Case 2: Long-running Import

Import CSV ribuan baris ke database bisa memakan menit, bukan detik.

Di Vercel: harus di-split menjadi batch kecil dengan mekanisme polling yang kompleks. Di Helipod: satu endpoint, biarkan berjalan sampai selesai.

Case 3: File Upload + Processing

Upload gambar lalu resize dan simpan — di Vercel, file tidak bisa disimpan ke disk.

Di Vercel: harus pakai S3/Cloudinary untuk semua file processing. Di Helipod: bisa simpan ke persistent volume langsung, atau ke S3 jika diinginkan.

Case 4: Commercial Use di Hobby

Vercel Hobby plan melarang commercial use di Terms of Service. Jika project kamu menghasilkan uang (dari iklan, subscription, jualan produk), kamu harus upgrade ke Pro ($20/user).

Di Helipod: semua plan boleh untuk commercial use, bahkan Free plan.


Strategi Kombinasi

Banyak tim yang sukses menggunakan kombinasi:

Vercel untuk frontend Next.js (memanfaatkan preview deployments dan edge CDN) + Helipod untuk backend API (NestJS atau FastAPI tanpa batas waktu, dengan persistent storage).

User → Vercel (Next.js frontend + API routes ringan)
         ↓
     Helipod (NestJS API, PostgreSQL, Redis, Worker)

Next.js bisa call API Helipod via NEXT_PUBLIC_API_URL:

NEXT_PUBLIC_API_URL=https://api.helipod.app

Ini pendekatan yang memberikan yang terbaik dari keduanya.


Kesimpulan

Vercel adalah pilihan terbaik untuk deploy frontend Next.js — tidak ada yang mengalahkannya untuk use case itu. Tapi untuk full-stack application yang butuh backend, database, long-running processes, atau file storage — Vercel punya terlalu banyak batasan.

Helipod cocok untuk full-stack deployment: Next.js, Laravel, Django, FastAPI, NestJS, PostgreSQL, Redis — semua bisa jalan dalam satu project, dengan harga IDR dan transfer bank lokal atau QRIS.

Jika kamu pakai Next.js full-stack dan mulai menemukan batasan Vercel, Helipod adalah langkah natural berikutnya.

Mulai gratis di helipod.io — tidak perlu kartu kredit.

Baca juga: Cara Deploy Next.js ke Helipod · Apa Itu Helipod? · Harga Helipod Lengkap

Punya pertanyaan? Hubungi kami di support@helipod.id atau bergabung ke komunitas di hangar.helipod.io.

Siap coba Helipod?

Deploy aplikasi kamu sekarang. Gratis, tanpa kartu kredit.

Mulai Gratis →