NEWAuto-scale sesuai traffic
Bonus 25%!0h
Detail
databasetemplatespostgresqlmongodbredismariadbhelipod

Prebuilt Templates: Deploy Database Populer dalam Satu Klik

Tim Helipod

4 menit baca

PostgreSQL, MariaDB, MongoDB, Redis — semua tersedia sebagai template siap deploy di Helipod. Tidak perlu setup manual, langsung terhubung ke aplikasi via internal network.

Setiap aplikasi web butuh database. Tapi setup database di cloud biasanya ribet: bikin service baru, install database, bikin user, set password, konfigurasi networking, dan pastikan semua terhubung dengan benar.

Di Helipod, semua langkah itu dihilangkan. Kamu tinggal pilih template, klik deploy, dan database langsung running — terhubung otomatis ke aplikasi via internal network.

Database yang Tersedia

Helipod menyediakan template database populer yang bisa kamu deploy dalam satu klik:

PostgreSQL

Database relasional paling populer di dunia. Cocok untuk aplikasi web, API, dan SaaS yang butuh data terstruktur.

  • ACID-compliant untuk data integrity
  • Extensions kuat: PostGIS, pg_trgm, uuid-ossp
  • JSONB untuk hybrid relational-document
  • Replication dan backup built-in

MariaDB

Fork MySQL yang lebih cepat dan lebih ringan. Drop-in replacement untuk MySQL dengan fitur tambahan.

  • Kompatibel dengan MySQL — tidak perlu ubah code
  • Storage engine fleksibel: InnoDB, Aria, MyRocks
  • Thread pooling untuk performa tinggi
  • Better replication untuk high availability

MongoDB

Document database untuk aplikasi yang butuh fleksibilitas schema.

  • Schema-less — iterate lebih cepat
  • Aggregation pipeline untuk analisis data
  • Horizontal scaling dengan sharding
  • Full-text search built-in

Redis

In-memory data store untuk caching, session, dan real-time data.

  • Latency sub-millisecond
  • Data structures kaya: lists, sets, sorted sets, streams
  • Pub/Sub untuk real-time messaging
  • Persistence options: RDB dan AFA

Cara Deploy

Langkah 1: Tambah Service

Di dashboard Helipod:

  1. Buka project kamu
  2. Klik + Add Service
  3. Pilih template database yang diinginkan
  4. Beri nama service — misalnya postgres, redis, atau mongo

Langkah 2: Konfigurasi

Setiap template punya config default yang sudah optimal:

  • Port otomatis diset (5432 untuk PostgreSQL, 6379 untuk Redis, dll)
  • User dan database otomatis dibuat
  • Resource limits bisa dikustomisasi dari dashboard

Langkah 3: Deploy

Klik Deploy. Database akan running dalam 1-2 menit. Tidak perlu SSH, tidak perlu install manual.

Internal Networking

Setelah database deployed, aplikasi kamu bisa langsung mengaksesnya via internal network. Tidak perlu expose port ke internet.

# Dari service aplikasi kamu
DATABASE_URL=postgresql://user:password@postgres:5432/mydb
REDIS_URL=redis://redis:6379
MONGODB_URI=mongodb://mongo:27017/mydb

Hostname sama dengan nama service yang kamu berikan. Internal DNS sudah diatur otomatis oleh Helipod.

Keuntungan Internal Networking

  • Latency rendah — traffic tidak keluar ke internet
  • Bandwidth gratis — tidak ada biaya transfer data internal
  • Aman — database tidak ter-expose ke publik
  • Simple — cukup pakai hostname service

Monitoring Built-in

Setiap database yang di-deploy otomatis punya monitoring:

  • CPU dan Memory usage per service
  • Storage usage dan I/O metrics
  • Connection count dan query performance
  • Logs real-time untuk debugging

Semua metrik bisa dilihat dari dashboard Observability. Kamu bisa customize layout dengan drag-and-drop metric blocks.

Best Practices untuk Production

1. Gunakan Environment Variables

Jangan hardcode credentials di code. Gunakan environment variables:

DATABASE_URL=postgresql://user:password@postgres:5432/mydb

Set env vars dari dashboard Helipod — aman dan terpisah dari codebase.

2. Aktifkan Backup

Helipod mendukung backup otomatis untuk PostgreSQL dan MariaDB. Aktifkan dari dashboard untuk melindungi data production.

3. Set Resource Limits

Tentukan CPU dan memory limits untuk setiap database. Ini mencegah satu service menghabiskan semua resource.

4. Gunakan Multiple Environments

Buat environment terpisah untuk staging dan production. Database staging bisa pakai resource lebih kecil untuk menghemat biaya.

FAQ

Berapa biaya deploy database di Helipod?

Biaya berdasarkan resource yang dipakai (CPU, memory, storage). Mulai dari Rp 700/hari untuk PostgreSQL. Lihat pricing detail di halaman Pricing.

Bisakah upgrade database version?

Ya. Helipod mendukung upgrade database version tanpa downtime untuk patch versions. Untuk major version upgrade, disarankan test di staging terlebih dahulu.

Apakah ada connection pooling?

Ya. Helipod menyediakan connection pooling bawaan untuk PostgreSQL (berbasis PgBouncer) yang bisa diaktifkan dari dashboard.

Bisakah koneksi dari local development?

Ya. Kamu bisa port-forward database dari dashboard untuk akses local. Atau gunakan environment variables yang sama untuk development dan production.

Mulai Deploy

Prebuilt templates di Helipod menghilangkan keribetan setup database. Pilih template, klik deploy, dan fokus ke aplikasi kamu.

Deploy sekarang — gratis, tanpa kartu kredit.

Fitur Terkait

Multi-service Project

Siap coba Helipod?

Deploy aplikasi kamu sekarang. Gratis, tanpa kartu kredit.

Mulai Gratis →