Setiap aplikasi web butuh database. Tapi setup database di cloud biasanya ribet: bikin service baru, install database, bikin user, set password, konfigurasi networking, dan pastikan semua terhubung dengan benar.
Di Helipod, semua langkah itu dihilangkan. Kamu tinggal pilih template, klik deploy, dan database langsung running — terhubung otomatis ke aplikasi via internal network.
Database yang Tersedia
Helipod menyediakan template database populer yang bisa kamu deploy dalam satu klik:
PostgreSQL
Database relasional paling populer di dunia. Cocok untuk aplikasi web, API, dan SaaS yang butuh data terstruktur.
- ACID-compliant untuk data integrity
- Extensions kuat: PostGIS, pg_trgm, uuid-ossp
- JSONB untuk hybrid relational-document
- Replication dan backup built-in
MariaDB
Fork MySQL yang lebih cepat dan lebih ringan. Drop-in replacement untuk MySQL dengan fitur tambahan.
- Kompatibel dengan MySQL — tidak perlu ubah code
- Storage engine fleksibel: InnoDB, Aria, MyRocks
- Thread pooling untuk performa tinggi
- Better replication untuk high availability
MongoDB
Document database untuk aplikasi yang butuh fleksibilitas schema.
- Schema-less — iterate lebih cepat
- Aggregation pipeline untuk analisis data
- Horizontal scaling dengan sharding
- Full-text search built-in
Redis
In-memory data store untuk caching, session, dan real-time data.
- Latency sub-millisecond
- Data structures kaya: lists, sets, sorted sets, streams
- Pub/Sub untuk real-time messaging
- Persistence options: RDB dan AFA
Cara Deploy
Langkah 1: Tambah Service
Di dashboard Helipod:
- Buka project kamu
- Klik + Add Service
- Pilih template database yang diinginkan
- Beri nama service — misalnya
postgres,redis, ataumongo
Langkah 2: Konfigurasi
Setiap template punya config default yang sudah optimal:
- Port otomatis diset (5432 untuk PostgreSQL, 6379 untuk Redis, dll)
- User dan database otomatis dibuat
- Resource limits bisa dikustomisasi dari dashboard
Langkah 3: Deploy
Klik Deploy. Database akan running dalam 1-2 menit. Tidak perlu SSH, tidak perlu install manual.
Internal Networking
Setelah database deployed, aplikasi kamu bisa langsung mengaksesnya via internal network. Tidak perlu expose port ke internet.
# Dari service aplikasi kamu
DATABASE_URL=postgresql://user:password@postgres:5432/mydb
REDIS_URL=redis://redis:6379
MONGODB_URI=mongodb://mongo:27017/mydb
Hostname sama dengan nama service yang kamu berikan. Internal DNS sudah diatur otomatis oleh Helipod.
Keuntungan Internal Networking
- Latency rendah — traffic tidak keluar ke internet
- Bandwidth gratis — tidak ada biaya transfer data internal
- Aman — database tidak ter-expose ke publik
- Simple — cukup pakai hostname service
Monitoring Built-in
Setiap database yang di-deploy otomatis punya monitoring:
- CPU dan Memory usage per service
- Storage usage dan I/O metrics
- Connection count dan query performance
- Logs real-time untuk debugging
Semua metrik bisa dilihat dari dashboard Observability. Kamu bisa customize layout dengan drag-and-drop metric blocks.
Best Practices untuk Production
1. Gunakan Environment Variables
Jangan hardcode credentials di code. Gunakan environment variables:
DATABASE_URL=postgresql://user:password@postgres:5432/mydb
Set env vars dari dashboard Helipod — aman dan terpisah dari codebase.
2. Aktifkan Backup
Helipod mendukung backup otomatis untuk PostgreSQL dan MariaDB. Aktifkan dari dashboard untuk melindungi data production.
3. Set Resource Limits
Tentukan CPU dan memory limits untuk setiap database. Ini mencegah satu service menghabiskan semua resource.
4. Gunakan Multiple Environments
Buat environment terpisah untuk staging dan production. Database staging bisa pakai resource lebih kecil untuk menghemat biaya.
FAQ
Berapa biaya deploy database di Helipod?
Biaya berdasarkan resource yang dipakai (CPU, memory, storage). Mulai dari Rp 700/hari untuk PostgreSQL. Lihat pricing detail di halaman Pricing.
Bisakah upgrade database version?
Ya. Helipod mendukung upgrade database version tanpa downtime untuk patch versions. Untuk major version upgrade, disarankan test di staging terlebih dahulu.
Apakah ada connection pooling?
Ya. Helipod menyediakan connection pooling bawaan untuk PostgreSQL (berbasis PgBouncer) yang bisa diaktifkan dari dashboard.
Bisakah koneksi dari local development?
Ya. Kamu bisa port-forward database dari dashboard untuk akses local. Atau gunakan environment variables yang sama untuk development dan production.
Mulai Deploy
Prebuilt templates di Helipod menghilangkan keribetan setup database. Pilih template, klik deploy, dan fokus ke aplikasi kamu.
Deploy sekarang — gratis, tanpa kartu kredit.