Monitoring adalah bagian penting dari menjalankan aplikasi production. Tanpa monitoring, kamu tidak tahu apakah aplikasi sehat, apakah ada bottleneck, atau kapan harus scale.
Di Helipod, monitoring sudah built-in. Setiap service yang di-deploy otomatis punya metrik CPU, memory, dan network yang bisa dipantau real-time dari dashboard — tanpa perlu setup Prometheus, Grafana, atau tool monitoring lain.
Apa yang Dipantau
CPU Usage
Lihat seberapa banyak CPU yang dipakai setiap service dan replica.
- Per-service breakdown — mana service yang paling boros CPU
- Per-replica view — bandingkan performa antar replica
- Historical data — lihat tren dari 5 menit sampai 7 hari
- Threshold alerts — tahu kapan CPU mulai tinggi
Memory Usage
Pantau konsumsi memory untuk mencegah OOM (Out of Memory) kills.
- Current usage vs limit — berapa persen memory yang terpakai
- Memory trend — apakah ada memory leak
- Per-pod breakdown — identifikasi pod yang bermasalah
- Garbage collection metrics untuk aplikasi Node.js dan Go
Network Traffic
Monitor inbound dan outbound traffic untuk setiap service.
- Bandwidth usage — total data masuk dan keluar
- Request rate — jumlah request per detik
- Response time — latency p50, p95, p99
- Error rate — persentase response 4xx dan 5xx
Disk I/O
Untuk service yang butuh storage (database, file processing):
- Read/write throughput — MB/s
- IOPS — operations per second
- Queue depth — berapa banyak operasi yang menunggu
Cara Akses
Dari Dashboard
- Buka project kamu di Helipod
- Klik tab Observability
- Pilih service yang ingin dipantau
- Metrik langsung terlihat dalam bentuk chart
Customize Dashboard
Kamu bisa mengatur layout dashboard sesuai kebutuhan:
- Klik Add Metric untuk menambah widget
- Drag-and-drop untuk mengatur posisi
- Resize card sesuai kebutuhan
- Layout auto-saved — tidak perlu save manual
Time Range Control
Ganti time range untuk melihat data dari perspektif berbeda:
- 5 menit — untuk debugging real-time
- 15 menit — untuk melihat recent activity
- 1 jam — untuk overview normal
- 6 jam — untuk melihat tren harian
- 1 hari — untuk analisis capacity planning
- 7 hari — untuk melihat mingguan
Multi-service View
Jika project kamu punya multiple services (misalnya backend + frontend + database), kamu bisa melihat semua metrik dalam satu dashboard.
Perbandingan Antar Service
Lihat service mana yang paling banyak consume resource. Berguna untuk:
- Identifikasi bottleneck
- Optimasi resource allocation
- Capacity planning
Perbandingan Antar Replica
Jika satu service punya multiple replicas, bandingkan performa antar replica. Berguna untuk:
- Deteksi pod yang bermasalah
- Verify load balancing bekerja dengan benar
- Identifikasi hot spot
Integration dengan Alerting
Metrik dari Helipod bisa diintegrasikan dengan tools alerting:
Webhook Alerts
Kirim notifikasi ke Slack, Discord, atau Telegram saat metric melampaui threshold.
Custom Dashboard
Export metrik ke external tools seperti Grafana atau Datadog untuk analisis lebih lanjut.
API Access
Akses metrik via API untuk integrasi dengan tools monitoring custom.
Best Practices
1. Set Baseline
Pertama kali deploy, catat baseline metrik normal. Ini membantu kamu tahu kapan sesuatu tidak beres.
2. Monitor Setiap Service
Jangan hanya monitor service utama. Database, cache, dan worker juga perlu dipantau.
3. Perhatikan Trend
Metrik yang stabil dalam 1 jam belum tentu aman. Lihat trend selama beberapa hari untuk deteksi masalah gradual seperti memory leak.
4. Gunakan Multiple Time Ranges
- Real-time (5m) untuk debugging immediate issues
- 1 jam untuk verifikasi normal operation
- 7 hari untuk capacity planning
5. Customize Dashboard
Atur dashboard sesuai kebutuhan kamu. Letakkan metrik yang paling sering dilihat di posisi yang mudah diakses.
FAQ
Apakah metrik tersimpan berapa lama?
Metrik disimpan selama 30 hari untuk time range pendek (5 menit - 1 jam) dan 90 hari untuk time range panjang (6 jam - 7 hari).
Bisakah export metrik?
Ya. Kamu bisa export metrik via API atau integrasi dengan tools external seperti Prometheus dan Grafana.
Apakah ada alerting built-in?
Untuk saat ini, alerting bisa dikonfigurasi via webhook ke Slack, Discord, atau Telegram. Alerting native sedang dalam pengembangan.
Berapa overhead monitoring?
Monitoring di Helipod menggunakan collector yang sangat ringan. Overhead CPU kurang dari 1% dan memory kurang dari 50MB per pod.
Mulai Monitor
Real-time metrics di Helipod membantu kamu menjaga aplikasi production tetap sehat. Tanpa setup tambahan, tanpa tool tambahan — semua sudah ada di dashboard.
Deploy sekarang dan mulai monitor aplikasi kamu.